Pemilu Legislatif Indonesia Memakan Korban

Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009. Masih ingat dengan seorang calon gagal bupati di daerah jawa timur? Karena gagal, hartanya ludes, bisnis bangkrut, dan istri minta cerai akhirnya dia menjadi depresi. Dan bisa kita lihat di tayangan televisi, dia berjalan-jalan hanya menggunakan celana dalam saja. Waduh, porno aksi ieu teh… Nah, keknya nih, pasca pemilu ini, angka orang depresi makin naik saja. Bahkan beberapa RSJ telah menyiapkan kamar-kamar tambahan untuk caleg gagal. Ada yang VIP juga loh…

Bayangkan saja, sebanyak 11.215 orang memperebutkan 560 kursi DPR dan 1.109 orang bersaing mendapatkan 132 kursi Dewan Perwakilan Daerah. Selain itu, sekitar 112 ribu orang bertarung untuk mendapat 1.998 kursi di DPRD provinsi dan 1,5 juta orang bersaing merebut 15.750 kursi DPRD kabupaten/kota. Sebuah jumlah yang luar biasa banyaknya. Nah, bisa dilihat bagaiman persaingan antar caleg ini. Termasuk masalah dana. Maka tak heran bila prediksi angka depresi para caleg gagal bakal meningkat

Kalo ada yang nonton Bukan Empat Mata kemaren, dikatakan sebuah RSJ sudah memiliki 5 pasien rawat jalan dari caleg. Wew, bener-bener…

Dampak kegagalan caleg tidak hanya pada resiko depresi, tapi juga berbuat hal yang memalukan seolah-olah tak memiliki harga diri, seperti meminta kembali apa yang sudah para caleg berikan ke warga. Seperti di daerah Batang dan Ternate, seorang caleg mengambil kembali televisi yang dia sumbangkan ke warga. Ada juga yang mendatangi rumah-rumah dan berusaha meminta kembali uang yang diberikan ke warga seperti kejadian di daerah Agara, NAD. Sungguh memalukan dan memilukan.

Menjadi caleg (sekali lagi baru jadi caleg) memang butuh biaya besar. Apalagi untuk berkampanye ria. Pasang foto, baliho, dan poster-poster di pinggir-pinggir jalan. Maka pantas saja kegagalan yang berbuntut hutang, rugi besar, dan malu ini berakibat pada depresi berat. Atau, karena merasa rugi besar, dan ingin menutup hutangnya, mereka berusaha menarik kembali apa yang sudah diberikan ke warga. Hmmm, kekecewaan berakibat panjang…

Ya okelah, kecewa adalah suatu perasaan natural pada diri manusia. Namun, kembali juga pada individu masing-masing bagaimana mereka menangani kekecewaan mereka. Apakah kemudian melupakan dan segera berintrospeksi atau tenggelam dalam kekecewaan tersebut, itu berbeda pada tipa individu. Tapi masalahnya, ketika kita melihat beberapa caleg gagal kemudian depresi bahkan menjadi pasien RSJ, maka langsung diragukan niat awal si caleg ini. Lha koq depresi berat? Wong namanya nyalon pasti ada konsekuensinya. Dan caleg harus tahu itu. Kalo niatnya lillahita’ala, ibadah, dan dakwah, insya Allah yang namanya depresi berat bisa terhindarkan. Lha ini, sampai depresi berat berarti kan ada niatan yang gak baik. Misalnya aja, pengin jadi Anggota Dewan biar kesejahteraan diri dan keluarganya naik. Waduh, jadi anggota dewan itu bukan untuk mensejahterakan diri atau keluarga, tapi masyarakat. Nah, kalo hal ini sudah disadari berarti si caleg harusnya tau, terpilih atau tidak terpilih tetap jadi beban. Kalau terpilih berarti dia harus berjuang mengutamakan kesejahteraan masyarakat di atas kesejahteraan dirinya atau keluarganya (dan itu bukanlah hal yang mudah dan tak beresiko), kalau kalah berarti dia harus siap kecewa sebagian hartanya lenyap.

Trus, kalau tau biaya kampanye itu sangat besar, mbok ya yang punya keterbatasan modal gak usah ikut-ikut (kecuali karena masyarakatnya sangat suka, mereka ridho mensupport si caleg ini). Pake ngutang segala lagi. Kalo begini, Pileg menjadi seperti ajang bisnis saja. Mungkin mereka berpikir:

“Yah, gak papa lah ngutang dulu, toh ntar kalo jadi kan bisa nutup utang”.

Wadaw, kalau begitu maka jelas saja, jadi caleg bukan memperjuangkan rakyat, tapi memperjuangkan perut sendiri. Idiiih… na’udzubillah…

Gagal, kemudian masuk RSJ sih masih mending. Lha, yang tiba-tiba meminta kembali apa yang sudah diberikan ke warga itu lebih parah. Pake acara door to door segala lagi.

“Maaf, pak/bu. Berhubung saya kalah, 50.000 yang kemaren saya kasih tolong donk dibalikin lagi”

Hiyaaaa… bener-bener gak punya malu. Ini mah sudah jelas banget kalau mereka gak ikhlas, gak lillahita’ala. Kalau ada pileg atau pilkada lagi, trus ada calon yang ngasih duit, saran saya ambil aja tuh uangnya trus bilang “Wah makasih ya…”. Jangan lupa di dalam hati berdoa agar Allah memberi hidayah dan ampunanNya. Kemudian pas pencontrengan, jangan sekali-kali pilih calon tersebut.
korban pemilu copy

About 3wibowo

Indonesian
This entry was posted in Uncategorized and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s