Tahayul Wajib Digusur!

Ferdi adalah pemuda yang selalu ingin tahu hal misteri, ia lalu mengunjungi rumah Kentang dan ingin mengetahui kisah pastur tanpa kepala. Ferdi mengajak ketiga temannya; Gembol, Sony, dan Gita untuk mencari jawabannya.

Mereka lalu pergi ke desa Angkerbatu. Yang dalam sejarahnya di desa tersebut seorang anak berusia 5 tahun kerasukan setan dan dibunuh warga kampung. Sejak saat itu desa menjadi sepi dan menyeramkan. Sony membawa boneka jelangkung kakeknya ke desa Angkerbatu dan mereka main jelangkung di atas pusara bocah itu. Mereka menginap di sebuah rumah kosong. Padahal mereka sudah dilarang ke desa itu.

Tiga hari kemudian mereka kembali ke Jakarta. Di Jakarta mereka mengalami kejadian yang menyeramkan. Utamanya saat mereka berada di sebuah bangunan bekas rumah sakit. Di situ, mereka ketemu sama lelembut berujud suster ngesot, kuntilanak, hantu seorang bocah, dan lain-lain. Hampir tiap hari mereka diganggu para lelembut. Stres dengan kejadian itu, mereka lalu pergi ke ‘orang pintar’ . Kata si ‘Mbah’ itu, disarankan untuk mengambil kembali boneka jelangkung yang mereka tancapkan di atas kuburan di desa Angkerbatu. Wah?

Kisah tadi adalah penggalan cerita di film Jelangkung garapan sutradara Rizal Mantovani dan Jose Purnomo. Film yang konon kabarnya bikin yang nonton bulu kuduknya berdiri. Anehnya, film ini malah laris-manis ditonton.

Seperti ingin melengkapi kesuksesan Jelangkung, film layar lebar Titik Hitam dan Kafir ikut meramaikan bursa film misteri dan klenik. Titik Hitam bercerita tentang Heru (diperani Wingky Wiryawan—juga main sebagai Ferdi di film Jelangkung) yang sejak kecil matanya bisa melihat makhluk lain. Nah lho, macam apaan tuh? Bisa genderuwo, wewe gombel, mungkin juga kuntilanak. Pokoknya syerem deh. Heru pernah bercerita kepada sepupunya, Retno, bahwa siapa saja di antara mereka yang meninggal dunia lebih dulu, kudu mendatangi yang masih hidup dan menceritakan perjalanan kematiannya. Wuah, kagak masuk akal tuh. Kagak nyaket di otak, Bang! ?

Film Kafir juga nggak kalah konyol. Sejak awal cerita, Kafir sudah membawa penonton masuk ke dunia mistis. Cerita Kafir berkisar tentang Kuntet (Sudjiwo Tejo), seorang dukun santet yang menjual jasanya ke berbagai lapisan masyarakat. Suatu kali, ketika tengah melakukan praktik, santet tersebut menyerang dirinya dan ia akhirnya tewas. Ketika dikuburkan, jasadnya tidak diterima bumi. Jadilah sang istri bolak-balik menyeret mayatnya ke dalam kubur untuk dimakamkan. Walah?

Sinema mancanegara juga seperti nggak mau ketinggalan, maka muncullah film Harry Potter (yang terbaru Harry Potter and the Chamber of Secrets), The Lord of The Rings, bahkan dua film terbaru besutan sutradara Steve Beck, Ghost Ship dan Thir13en Ghosts bikin bulu kuduk kita berlari! ?

Selain nangkring di layar lebar, sinetron-sinetron di televisi juga sudah banyak menyajikan kisah-kisah seputar tuyul, jin, potjong, dan kawan-kawan seprofesinya yang konon kabarnya tukang nakut-nakutin manusia. Misalnya sinetron Misteri Nyi Walet, Dendam Nyi Pelet, Misteri Nini Pelet, Misteri Gunung Merapi (sampe sekarang sudah ‘jilid’ 3), juga yang lucu macam Jinny Oh Jinny, Jin dan Jun, dan Tuyul dan Mbak Yul, serta banyak lagi cerita yang tersebar di FTV Misteri-nya SCTV, TV Misteri-nya TPI, dan yang lainnya.

Nah, seperti belum puas, selain muncul dalam alur kisah, juga tampil dalam tayangan infomisteri yang dikemas apik dan menarik macam Kismis, Percaya Nggak Percaya, O…Seraam, Saksi Misteri, Misteri Kisah Nyata, Dunia Lain, Antara Dua Alam, Ghaib, dan yang lainnya. Tayangan jenis ini, memuat pengalaman orang yang pernah merasakan bersentuhan dengan dunia gaib tersebut dan langsung mendatangi tempat yang dianggap berhantu. Benarkah? Wallahu’alam.

Sobat muda muslim, klenik juga bisa kamu temui dalam bacaan. Ada yang pernah baca novel-novel karya R.L. Stine? Huaah…bagi yang udah pernah baca, kayaknya dijamin bulu kuduknya berdiri total. Bukan apa-apa, kita bakalan hanyut terbawa cerita di dalamnya yang full misteri. Maklum, cerita-cerita yang dibesut R.L. Stine memang syerem abis. Gimana nggak, dari judulnya aja pembaca udah tahu kalo itu syerem. Misalnya doi bikin serial “The Nightmare Room”, dengan puluhan cerita di dalamnya. Belum lagi cerita-cerita dalam “Fear Street Sagas”. Satu lagi yang fenomenal banget, serial “Goosebumps” yang memuat cerita-cerita yang konon kabarnya 2000 kali lebih syerem, dan tentu berbau klenik dong. Hih, syereemm..!

Itu dalam novel. Di sektor majalah dan tabloid juga getol menyajikan klenik. Sebut saja majalah Misteri dan tabloid Posmo. Kita jadi bertanya, “sekadar memenuhi kebutuhan pasar, atau malah menciptakan pasar?” Sulit dipisahkan memang. Tapi yang jelas, masyarakat kita sepertinya terlanjur menyenangi hal demikian. Masyarakat kita percaya tahayul? Boleh jadi. Gaswat!

Masyarakat jahiliyah
Jahiliyah ternyata nggak selalu identik dengan masyarakat kuno dan primitif. Tapi ternyata ada juga masyarakat jahiliyah di jaman yang udah serba digital ini. Gimana nggak, jahiliyah, alias kebodohan saat ini seperti udah merakyat. Semua kena. “Bodoh” di sini artinya nggak menggunakan dan memanfaatkan akalnya dengan semestinya. Buktinya, meski pendidikan sudah menghasilkan ribuan intelektual, tapi banyak juga di antara mereka yang terpelajar malah percaya hal-hal yang berbau TBC (tahayul, berhala, dan churafat). Gedubrak!

Bener lho. Lihat deh di kampung-kampung, kalo pas panen padi tiba, biasanya yang punya hajat selalu memberi sesaji kepada, katanya, arwah Dewi Sri yang menjaga padi. Aneh kan? Nggak masuk akal memang. Belum lagi kalo mau menikahkan anak, selalu pake acara ngitung hari segala. Dicari hari baik dengan memasukkan variabel tanggal kelahiran si anak yang akan dinikahkan. Entah menggunakan rumus apa. Yang pasti sih kagak pake hitung-hitungan serumit thermodinamika. Wah, ribet banget deh. Padahal menurut kita nih ya, kalo mau nyari waktu untuk melangsungkan pernikahan, cari hari libur di awal bulan. Insya Allah yang diundang pada dateng, dan ngasih amplop plus isinya (maklum tanggal muda) he..he..he.. Tul nggak? Gitu aja kok repot!

Percaya dukun juga bagian dari tradisi masyarakat kita. Lihat aja bejibun banget iklan jasa paranormal ini di media cetak. Tentu ini membuktikan bahwa profesi dukun ini masih basah. Mereka menawarkan ‘servis nasib’, mulai dari pelet, awet perkawinan, cepet dapet jodoh, pesugihan, laku dagang, ilmu terawang, asihan si jaran goyang, lancar usaha, ilmu kebal, undang arwah, pasang susuk, sampai ajimat politik segala. Astagfirullah…

Jadi jelas, dengan kondisi seperti ini kian membuktikan bahwa sebagian besar masyarakat kita masih doyan klenik bin tahayul. Menyedihkan memang. Benar-benar masyarakat jahiliyah. Modern-modern kok jahiliyah. Dasar!

Merusak akidah
Nggak diragukan lagi kalo yang namanya tayangan dan bacaan yang mengeksploitasi klenik bin tahayul ini akan memberikan dampak buruk. Alih-alih tambah tebel iman, sebaliknya malah bikin lemah iman. Nggak percaya? Jangan dicoba. ?

Sobat muda muslim, Islam udah secara detil menjelaskan masalah ini. Bahwa, kaum muslimin dilarang percaya kepada segala macam tahayul. Apalagi kemudian dijadikan sebagai pegangan hidup. Jangan. Kita punya keimanan, bahwa segala urusan masa depan, hanya, dan hanya Allah saja yang tahu. Firman Allah Swt.: “Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua hal yang gaib, tak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri.”(TQS al-An’âm [6]: 59)

Allah Swt. juga berfirman: “(Dialah Tuhan) Yang Mengetahui yang ghaib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorangpun (sesuatu) tentang yang ghaib itu. Kecuali pada rasul yang diridlai-Nya.” (TQS al-Jin [72]: 26-27)

Ini membuktikan bahwa hanya Allah yang Mahatahu segala masalah. Jadi omongan para dukun yang suka nyebarin tahayul itu salah besar. Hih, mau-maunya dibohongi mereka, yang, barangkali, sholatnya masih perlu dipertanyakan meskipun mengaku muslim.

Dalam sebuah hadis disebutkan, ”Rasulullah saw. pernah ditanya oleh sekelompok manusia tentang masalah tukang tenung (sihir), maka jawabnya: ‘Mereka bukan apa-apa,’ mereka pun bertanya lagi: ‘Ya Rasulullah sesungguhnya mereka itu kadang-kadang menceritakan sesuatu yang ternyata benar.’ Maka jawab Rasulullah saw: ‘Kalimat itu dari Allah yang dicuri oleh Jin lalu diulang-ulanginya ke telinga kekasihnya dengan dicampur 100 kedustaan.” (HR. Bukhari, dan Muslim)

Dalam hadis lain, “Barangsiapa yang mendatangi tukang ramal atau dukun, kemudian ia membenarkan apa yang dikatakannya, maka sesungguhnya ia telah kufur terhadap apa yang telah diturunkan kepada Nabi Muhammad saw.”(HR. Abu Daud, Turmudzi, Ibnu Majah)

Jadi kalo menyimak tayangan dan bacaan yang mengarah kepada urusan klenik dan tahayul, jangan dipercayai begitu saja. Jangan percaya tahayul deh. Dunia gaib memang kita yakini keberadaannya. Tapi cukup sekadar mengakuinya, bukan untuk mengeksploitasi dan bahkan dibumbui dengan ramuan tahayul segala. Oke deh, pendek kata, jangan ada tahayul dalam kehidupan kita. Itu sebabnya, Rasulullah saw. bersabda: “Tidak termasuk golongan kami, barangsiapa yang menganggap sial karena alamat (tathayyur) atau minta ditebak kesialannya dan menenung atau minta ditenungkan, atau menyihir atau minta disihirkan.” (HR Bazzar)

Buah kapitalisme
Kamu perlu tahu bahwa dalam sistem kehidupan kapitalisme berlaku asas manfaat yang ukurannya materi. Nggak peduli lagi, meskipun yang dianggap manfaat itu sebetulnya bawa bencana. Kamu bisa saksikan sendiri di negeri ini, betapa kapitalisme telah merusak kehidupan umat manusia. Di segala bidang lagi. Ambil contoh miras dan narkoba, sampe sekarang kasus ini nggak pernah bisa diberangus sampe tuntas. Kalo pun ada pemberitaan tentang pemusnahan miras dan narkoba, itu sekadar menghibur masyarakat. Selain jumlahnya kecil, juga cuma di beberapa daerah saja.

Padahal sebenarnya pemerintah sanggup kok untuk menutup pabrik miras dan narkoba. Termasuk mengejar dan menghukum para pengedar narkoba. Pemerintah punya kewenangan dan kekuasaan. Tapi, kenapa pemerintah tak bertindak? Pasalnya, penguasa dalam sistem kapitalisme ‘tunduk’ kepada pengusaha. Gimana nggak, uang di jalur itu beredar sangat cepat. Kasarnya, para pengusaha doyan menggunakan praktik suap terhadap pejabat dan aparat keamanan setempat. Bisnis aman, nggak diusik. Waduh! Jadinya, nggak pernah bisa tuntas dong. Kalo pun ada sebagian masyarakat yang berani protes kenceng-kenceng, pemerintah malah cuek bebek aja tuh. Wackss? Bener-bener tega!

Maka, jangan heran pula jika tayangan dan bacaan misteri yang kental banget dengan bumbu klenik bin tahayul masih bisa tumbuh dan berkembang biak dengan baik. Bahaya banget kan? Padahal pengaruhnya sudah jelas; merusak akidah umat!

Sobat muda muslim, dalam sistem kapitalisme juga tumbuh subur paham kebebasan. Mulai dari kebebasan berpendapat, kebebasan berakidah, kebebasan bertingkah laku, sampai kebebasan pemilikan. Dalam kasus maraknya tayangan dan bacaan misteri berbumbu tahayul, berarti termasuk kebebasan berpendapat. Jadi negara tak merasa berkepentingan untuk menggusurnya. Glodaks!

Oke deh, sistem memang kudu dilawan dengan sistem lagi. Itu sebabnya, mari kita upayakan untuk men-delete sistem kapitalisme, dan menerapkan Islam sebagai ideologi negara. Dengan begitu, negara akan memberantas segala kemungkaran dan kemaksiatan, termasuk urusan tahayul. Jadi, untuk menyelamatkan umat, tahayul wajib digusur dari kehidupan!?

sumber: Buletin Gaul Islam

About 3wibowo

Indonesian
This entry was posted in Berita, Berita Unik and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s