Lintah Memecahkan Kasus Kejahatan

Lintah membantu memecahkan kasus kejahatan yang sulit dipecahkan? Kedengarannya suatu hal yang mustahil. Sebelumnya kita telah ketahui bersama bahwa lintah bermanfaat bagi pengobatan medis dan kosmetik. Nah, kali ini eNHa mendapatkan informasi yang tak kalah mengejutkan, dimana lintah ternyata mampu pula membantu pihak kepolisian dalam membuka tabir suatu kejahatan di Tasmania Australia.

Terkuaknya kejahatan berkat Lintah

Polisi Tasmania pada medio 2009, telah menggunakan darah yang diambil dari lintah untuk kemudian mencocokkannya dengan DNA seorang pria tersangka perampokan Tasmania Utara. Hebatnya lagi, hal ini dilakukan delapan tahun setelah kejadian perampokan tersebut. Cara ini diyakini adalah cara pertama yang dilakukan oleh polisi di dunia dalam memecah kasus kejahatan.

Di Australia, sejak tahun 2007 Nasional Investigasi Kriminal Database DNA, yang dikenal sebagai CrimTrac, telah memberikan otorisasi kepada polisi untuk menyesuaikan profil DNA di seluruh Australia. Setelah sistem baru tersebut diaktifkan, profil DNA yang ada sebelum Undang-undang Prosedur Forensik 2001 berlaku, dapat digunakan.

Hasilnya, Alec Peter Cannon, 54, dinyatakan bersalah untuk sebuah perampokan bersenjata yang dilakukan pada tanggal 28 September 2001. Setelah DNA yang bersangkutan ditemukan pada lintah yang membesar 1 jam setelah kejadian di tempat kejadian perkara.

Inspektur Detektif Mick Johnston mengatakan dia tidak pernah mendengar tentang lintah yang dilibatkan dalam sebuah kasus kejahatan sebelumnya. “Ini adalah cara paling aneh dalam menghukum pelaku yang pernah terlibat dalam kejahatan,” ujar veteran yang telah pensiun 25 tahun itu.

“Saya belum pernah menemukan kasus serupa di mana saja di dunia yang seperti ini, tidak sama sekali!.”

Menurut Inspektur Johnston, lintah itu adalah satu-satunya bukti yang ditemukan selama penyelidikan forensik.

“Kami mengambilnya dari tempat kejadian karena tidak ada bukti lain di sana. Ini adalah satu-satunya bukti yang kami temukan dan karena tidak ada bukti apapun gigitan lintah dari korban atau polisi, maka kami pikir darah yang disedot lintah ini berasal dari salah satu pelaku,” katanya.

Dalam menolak klaim eksepsi  dari pembela yang menyatakan kasus itu kasus yang lemah, Jaksa Penuntut John Ransom berkata: “Lintah itu ditemukan di dekat tempat kejadian dan darah orang ini di dalamnya.”
Dia mengatakan bahwa Cannon dan laki-laki lain, yang belum tertangkap, pergi ke tempat kejadian perkara di Fay Olson 71 dekat lokasisekitar pkl. 16.00.

Kedua orang itu mengenakan kerudung hitam dan dipersenjatai dengan tongkat ketika mereka berhadapan Ny. Olson. “Mereka menusuk saya dengan tongkat, memaksa saya

masuk dan meminta diberitahu lokasi senjata api,” katanya.
Mereka menggeledah rumah itu dan ketika Ny. Olson pergi ke arah telepon, pelaku tersebut merebut handset dan memutuskan kabelnya.
Penjahat itu lalu mengambil uang dari safety bos dan mengambil yang lain dari tasnya, lalu mengikat dan memasang sabuk dipergelangan kaki Ny. Olson.

Mr. Ransom mengatakan bahwa polisi senior Nathan Slater telah menemukan lintah di samping tempat tidur dan menyerahkannya kepada Inspektur Detektif Johnston ketika melakukan pemeriksaan forensik dari TKP. Profil DNA diambil dari darah yang ada di lintah itu.

Pada tahun 2008 ketika Cannon didakwa polisi karena penyalahgunaan obat, polisi kemudian mengambil profil DNA dan menemukan kecocokan.
Mr. Ransom mengatakan, kemungkinan DNA milik seseorang adalah satu berbanding seratus juta. Dalam wawancara video berikutnya Mei 2009 Cannon masih mungkir dan tidak mengakui telah melakukan kejahatan. Namun, Dia mengatakan bahwa sejak interview itu, Cannon terlihat menjadi lebih tidak agresif dibandingkan dua lelaki tersangka lainnya.

Penasehat pertahanan John Oxley mengatakan permohonan bersalah datang meskipun bukti dari “Jaksa Penuntut relatif lemah”.
“Bukti lain yang ada sangat terbatas dan tidak ada satupun saksi yang dapat mengidentifikasi wajah tersangka,” katanya.

Mr. Oxley mengatakan bahwa Cannon telah diganggu oleh rasa bersalah akibat perbuatannya di masa lalu.
“Dia mengaku bersalah dengan harapan bahwa ia bisa memulai hari depan yang lebih baik,” ujarnya.
Dia meminta Ketua Mahkamah Ewan Crawford untuk mempertimbangkan permohonan bersalah diberi kekuatan Kasus Crown.

Jaksa Penuntut menolak eksepsi Pembela bahwa itu adalah kasus yang lemah.
“Itu adalah hipotesa yang dapat diterima akal dan konsisten dengan fakta-fakta dilapangan.” katanya.

Dan setelah beberapa kali proses pengadilan, akhirnya Hakim memutuskan Cannon bersalah dan harus ditahan pada Jumat 23 Oktober 2009.

Bagaimana dengan Indonesia? Apakah cara yang sama bisa dilakukan?

Nyeri Sendi Hilang Berkat Lintah!

Tak banyak yang tahu kalau lintah ternyata juga bermanfaat untuk mengobati radang sendi. Nyeri akibat radang sendi pada lutut yang menyebabkan penderitanya sulit bergerak ini dapat diatasi dengan memanfaatkan kemampuan lintah menghasilkan zat menyerupai morfin, pereda nyeri paling ampuh! Hebat bukan?

Tak hanya itu, lintah juga menghasilkan zat antikoagulan yang melancarkan aliran darah ke area di mana lintah ditempelkan. Lintah juga berperan sebagai anti radang. Karena itulah para peneliti meyakini bahwa radang yang memunculkan gejala-gejala radang sendi ini dapat diobati dengan menggunakan lintah. Karena itulah pengobatan radang sendi dengan menggunakan lintah kini semakin gencar dilakukan di berbagai negara.

Pengobatan dengan menggunakan lintah ini sendiri sudah diakui oleh US Food and Drug Administration (FDA). Lembaga ini mengklasifikasikan lintah sebagai salah satu alat medis dan telah menyetujui penggunaan lintah untuk operasi kecil. Di Jerman, diperkirakan sekitar 70.000 pengobatan dalam beberapa tahun terakhir ini yang memanfaatkan lintah. Pengobatan dengan menggunakan lintah ini sebagian besar dilakukan untuk mengurangi nyeri pada penderita radang sendi.

Lintah, Si Mungil Sarat Manfaat

Tak banyak yang tahu kalau lintah bermanfaat besar bagi kesehatan tubuh. Lintah ternyata berkhasiat untuk mengatasi berbagai gangguan kesehatan. Beberapa penyakit yang dapat diatasi dengan memanfaatkan lintah di antaranya adalah hipertensi, sakit kepala,varises, hingga gangguan nyeri sendi. Minyaknya bahkan konon berkhasiat untuk keperkasaan pria! Sedangkan bubuk lintah yang dibuat dari lintah kering biasa digunakan sebagai bahan tambahan untuk membuat kosmetik

Lintah si penyembuh

Lintah si penyembuh

Penggunaan lintah sebagai media pengobatan ini sendiri sebenarnya sudah dilakukan sejak abad ke-17. Ketika itu, lintah biasa digunakan di banyak rumah sakit untuk pasien-pasien pasca operasi. Lintah juga yang dipakai untuk membersihkan jaringan darah yang membeku. Itu berkat kandungan zat antikoagulan (anti penggumpalan darah) di dalam air ludahnya yang disebut hirudin. Adapun jenis lintah yang digunakan adalah jenis hirudo medicinalis.

Kini, dunia medis pun mulai menggunakan kembali pengobatan dengan

Kecil tapi sarat manfaat

Kecil tapi sarat manfaat

lintah. Di Amerika, lintah mulai diteliti untuk mengobati gangguan darah, hati, dan paru-paru.Lintah juga mulai dipromosikan manfaatnya untuk menyembuhkan gangguan-gangguan yang terjadi setelah pembedahan mikro seperti pencangkokan kulit.

Karena langkanya lintah jenis hirudo medicinalis, saat ini para ilmuwan tengah meneliti manfaat lintah jenis lainnya. Ada dua spesies yang diteliti yaitu Gnathobdellida dan Rhynchobdellida. Spesies pertama adalah yang menggigit kulit dengan cakaran gigi kitinnya, lalu menyuntikkan hirudin melalui bagian luka itu. Jenis yang kedua adalah yang memiliki semacam belalai yang dapat ditusukkan ke tubuh mangsanya dan memasukkan zat antikoagulan lainnya yang disebut hementin.

sumber: lintahindonesia.wordpress.com

About 3wibowo

Indonesian
This entry was posted in Hukum, Kesehatan, Kriminal, Obat, Obat Alternatif and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s