Dokumen Rahasia Perang Afghanistan Bocor di Wikileaks

Dokumen rahasia perang Afghanistan bocor di Wikileaks.com. Situs WikiLeaks kembali jadi pembicaraan masyarakat internasional setelah membocorkan dokumen rahasia perang Afganistan milik AS. Lalu, bagaimana cerita di balik layar pengungkapan tersebut?

Sebenarnya WikiLeaks tidak kebal serangan ataupun gangguan teknis. Situs ini sering mengalami masalah, sebagian besar akibat trafik tinggi, saat banyak orang mengakses informasi soal kebocoran puluhan ribu dokumen rahasia perang Afganistan. Beberapa pengunjung situs menemukan pesan bertuliskan, “ Ada masalah dengan situs ini. Kami mungkin mengalami kelebihan beban. Tolong coba lagi dalam beberapa menit selanjutnya.”

WikiLeaks yang beroperasi dari dana beberapa pihak memang tertutup dalam menginformasikan nara sumber mereka. Setiap orang yang memiliki akses terhadap dokumen rahasia atau kontroversial dapat mengirim data melalui internet ataupun email.

Selanjutnya, sekelompok editor sukarelawan untuk situs ini akan memutuskan kelayakan informasi tersebut apakah penting atau pantas dipublikasikan. Oleh karena itu, situs ini cukup berbeda dengan Wikipedia di mana memungkinkan siapapun melakukan edit atau pengubahan sepanjang waktu.

Semua orang bebas mengirim dokumen yang dianggap layak diinformasikan ke publik meskipun pada akhirnya ditentukan oleh pihak WikiLeaks. Situs ini menawarkan narasumber untuk tidak diketahui identitasnya dan mendapatkan jaminan keamanan secara legal. WikiLeaks menggunakan beberapa teknis untuk menghindari pembajakan ataupun perusakan situs mengingat mereka memiliki banyak musuh karena membocorkan informasi rahasia pemerintah ataupun perusahaan multinasional.

Situs ini menggunakan server di beberapa dunia sehingga informasi sensitif tidak akan melanggar aturan. Swedia, Islandia dan Belgia merupakan negara-negara yang menawarkan perlindungan hukum bagi WikiLeaks. “Kami menggunakan sistem enkripsi untuk menyembunyikan jejak dan menyebarkan informasi melalui yuridiksi hukum beberapa negara di antaranya Swedia dan Belgia,” ujar editor kontroversial situs ini, Julian Assange, seperti dikutip dari CNN.

Keberadaan WikiLeaks serta para relawan pendukung yang tersebar di seluruh dunia ini, menunjukkan bahwa situs ini adalah “Organisasi berita pertama di dunia yang tidak dimiliki negara manapun,” tulis Jay Rosen, profesor jurnalisme di New York University.

“WikiLeaks merupakan sebuah organisasi sehingga saat terjadi masalah dalam satu negara, maka server dapat berpindah ke tempat lain,” tambah Rosen. “Oleh karena itu, situs ini tetap tersembunyi dari pemerintah manapun atau sistem legal.”

Di balik kehebatan WikiLeaks, situs ini juga dihadapi masalah teknis. Mereka menawarkan situs alternatif yaitu ‘Afghan War Diary’ di mana setiap orang dapat melihat dokumen rahasia Afganistan meskipun situs utama mereka WikiLeaks.org, sedang bermasalah.

“Kami kewalahan atas pertumbuhan situs ini. Kami telah melakukan banyak pengungkapan data rahasia tingkat tinggi, namun tidak memiliki cukup orang untuk benar-benar memproses dan memilah informasi tersebut,” ujar Assange.

Situs ini mendapatkan informasi melalui email, bahkan terkadang email biasa. Meskipun dilakukan enkripsi, diakui Assange cukup sulit untuk melakukan pengaturan informasi dari database raksasa. Tidak hanya kesulitan melakukan publikasi, WikiLeaks juga harus mempertahankan diri dari serangan politik atau aturan hukum yang tidak terelakkan, kata Assange.(inilah)

sumber: go-killz.blogspot.com

About 3wibowo

Indonesian
This entry was posted in Berita Luar Negeri, Perang, Politik and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s