Tak Lulus UN, Bunuh Diri

AMBI, TRIBUN – Sri Wahyuningsih (18) seorang siswi kelas tiga Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 3 Muaro Jambi, memilih mengakhiri hidupnya dengan cara makan pupuk tanaman padat gara-gara ia dinyatakan tidak lulus ujian nasional. Mendadak warga RT 04 Desa Muaro Jambi, Kecamatan Maro Sebo, Kabupaten Muaro Jambi langsung heboh dengan kabar berita yang terjadi, Senin (26/4) sore sekitar pukul 16.00 WIB.

Subrata (29), kerabat korban, mengatakan bahwa korban yang akrab disapa Ningsih itu ditemukan dalam kondisi yang sudah lemas. Di sekitar tubuh korban ditemukan beberapa benda yang dicurigai dijadikan alat untuk mengakhiri hidupnya.

“Saat ditemukan meski lemas namun dari tangan korban masih terasa denyut nadinya,” ucap Subrata.

Saat itu juga keluarga korban langsung melarikan Ningsih ke Rumah Sakit Bratanata Kota Jambi.

Nahas nyawa Ningsih tidak tertolong karena dua jam setelah ia dilarikan ke Rumah Sakit ia meninggal menjelang magrib.

Dari keterangan rumah sakit yang diterima Subrata, korban telah melakukan upaya bunuh diri sekitar dua jam sebelum ditemukan. Jenis racun yang diminumnya adalah pupuk tanaman jenis padat.

Subrata menambahkan, pihak keluarga sangat menyayangkan pengumuman kelulusan sekolah korban yang berlangsung siang hari, berbeda dengan pengumuman kelulusan sekolah-sekolah kota Jambi yang berlangsung sore hari. Kata Brata, di antara teman-teman sekolahnya, Ningsih kebetulan menjadi satu-satunya siswi yang tak lulus.

Senin (26/4) malam tadi, jenazah langsung dibawa pulang ke Muaro Jambi oleh pihak keluarga. Jenazah gadis itu menurut rencana akan dimakamkan pada Selasa (27/4) sekitar pukul 10.00 .

Seorang tetangga korban, Hazrah (43), mengatakan bahwa Ningsih atau juga yang biasa dipanggil Nining sering terlihat pulang pergi ke sekolah dengan menyeberangi sungai. “Saya panggil dia Nining, Ia adalah seorang siswi yang sehari-sehari pergi-pulang bersekolah dengan menyeberangi Sungai Batanghari memakai perahu,” katanya.

Menurut Hazrah yang tinggal 300 meter dari rumah korban, korban adalah anak kedua dari tiga bersaudara. Ketika kejadian keluarganya sedang berada di kebun yang berada di lingkungan Candi Muaro Jambi. Sehari-hari orangtua korban bekerja sebagai petani dan mengurus kebun tersebut.

Korban ditemukan oleh adiknya dalam kondisi yang lemas. Hazrah menyebut, korban pulang sekolah sudah terlihat bersedih dan menangis terus menerus sesampainya di rumah.

(tribunjambi)

About 3wibowo

Indonesian
This entry was posted in Kriminal, siswa and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s