Kakek – Kakek Tersesat Hingga 700 Km

https://i1.wp.com/i.dailymail.co.uk/i/pix/2009/11/18/article-1228879-074290A2000005DC-425_233x317.jpg

Gara-gara salah arah, seorang pria pensiunan yang keluar rumah untuk mencari koran pagi malah tersesat hingga menempuh perjalanan panjang sejauh 700 kilometer.

Eric Steward (81) mengaku tersesat saat berbelok dan itu justru awal dari perjalanan panjangnya selama sembilan jam. Eric (81) menginap di tempat seorang teman di dekat Yass, barat daya Sydney, ketika dia pergi dengan mengendarai mobil menuju kawasan pertokoan yang berjarak hanya beberapa kilometer.

Namun, dia kemudian menemukan dirinya berada di sebuah jalan utama. Dengan sejumlah pertimbangan, ia memutuskan untuk terus berjalan dan berjalan. Akhirnya, dia berhenti dekat kota Geelong, di barat daya Melbourne, sekitar 700 km dari tempat keberangkatannya.

https://i2.wp.com/i.dailymail.co.uk/i/pix/2009/11/18/article-1228879-0742909A000005DC-88_468x286.jpg

“Saya keluar untuk mencari koran pagi dan saya mengambil putaran yang salah,” katanya. “Ada beberapa jalan sempit, lalu saya berada di jalan utama. Saya berpikir, jika saya terus berjalan, maka saya akan berakhir di tempat saya tadi mulai dan di sana istri saya sedang menunggu saya.” tambahnya sebagaimana dikutip Daily Mail, Kamis.

Namun Clare, istrinya yang berusia 76 tahun, tak kunjung terlihat. Soalnya, Eric menuju ke arah yang salah. Semakin dia berjalan, semakin jauh ia dari rumah temannya, tempat Clare menunggu. “Saya tidak begitu yakin dengan jalan yang saya tempuh, tetapi saya yakin melakukan hal yang benar, sejauh saya terus berkendara. Jalan pasti berakhir di suatu tempat, bukan? Jalan itu memang berakhir, tetapi bukan di tempat yang saya harapkan,” katanya.

Eric tidak menghidupkan ponselnya. Istrinya bertambah cemas karena Eric tak kunjung pulang. Akhirnya, Eric menghidupkan ponsel dan seketika itu juga telepon berdering.

“Di bumi sebelah mana kamu,” tanya Clare.

“Saya juga tidak tahu, nih,” jawab Eric.

“Baiklah, bisakah kamu lihat rambu-rambu jalan?”

“Ya, ada sebuah petunjuk jalan bertuliskan ‘Westgate Bridge’,” kata Eric.

Westgate Bridge menjadi petunjuk pertama bahwa Eric sudah sangat jauh dari rumah. Jembatan itu berada di pinggiran Kota Melbourne, ke arah Geelong. Eric lalu berhenti di sebuah pompa bensin ketika dia melihat sebuah mobil polisi. Perwira Polisi Clayton Smith, yang sedang istirahat minum teh, mengingat bagaimana “seorang pria tua mendekati saya dan mengatakan, dia tersesat.”

https://i0.wp.com/i.dailymail.co.uk/i/pix/2009/11/18/article-1228879-0742908B000005DC-139_468x286.jpg

“Saya tanya padanya, ke mana dia ingin pergi dan dia menjawab Yass. Saya cek lagi, apakah dia bermaksud Yass di New South Wales, ke arah Sydney. Dia bilang ya, benar. Saya mengatakan kepadanya, dia salah jalan.”

Rumah Eric terletak di resor pinggir pantai di Pambula, di tenggara New South Wales, sekitar 600 km di selatan Sydney dan sekitar 480 km dari rumah temannya di Yass, tempat mereka menginap.

Clare akhirnya terbang ke Melbourne untuk bertemu suaminya dan mereka setuju untuk berbicara kepada wartawan. Namun, dalam perjalanan menuju tempat jumpa pers, mereka tersesat lagi. “Kali ini salah dia,” kata Eric menunjuk ke arah Clare saat berbicara kepada wartawan. “Soalnya dia yang memberi petunjuk arah.”

About 3wibowo

Indonesian
This entry was posted in Berita Luar Negeri, Kakek and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s