PRESIDEN Ke Wasior BERMALAM DI KRI HASSANUDIN

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Ani Yudhoyono bermalam di KRI Hassanudin, sekaligus melakukan perjalanan laut menuju Wasior, Papua Barat.
Pada Rabu sore sekitar pukul 17.20 WIT, Presiden tiba di Dermaga Manokwari dan disambut oleh sejumlah pasukan TNI Angkatan Laut.
Setelah upacara penyambutan, Presiden langsung memasuki kapal. Sementara itu, anggota rombongan yang lain menaiki KRI Teluk Kalakay yang akan mengikut KRI Hassanudin.
Presiden dijadwalkan tiba di Wasior pada Kamis (14/10) pukul 04.40 WIT, setelah menempuh parjalanan laut sekitar sepuluh jam.
Di Wasior, Presiden dan Ibu Negara akan mengunjungi dua lokasi banjir bandang. Kunjungan akan dimulai pukul 08.20 WIT dan berakhir pada pukul 10.00 WIT.
Kemudian, Presiden dan rombongan akan menuju Dermaga Wasior dan langsung kembali ke Manokwari dengan menggunakan KRI Hassanudin dan KRI Teluk Kalakay. Waktu tempuh Wasior-Manokwari sekitar delapan jam.
Setibanya di Manokwari pada pukul 18.40 WIT, Presiden dan Ibu langsung menuju Hotel Swiss-Bel untuk bermalam.
PRESIDEN JANJIKAN HUNIAN SEMENTARA UNTUK PENGUNGSI WASIOR
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan, pemerintah akan membangun hunian sementara bagi para pengungsi korban banjir bandang di Wasior yang kini mengungsi di Manokwari, Papua Barat.
“Akan disiapkan tempat tinggal yang lebih baik sampai pembangunan kembali (Wasior-red) selesai,” kata Presiden saat berdialog dengan para pengungsi di Lapangan Kodim 1703 Manokwari, Papua Barat, Rabu.
Presiden menjelaskan, tinggal di tempat pengungsian memang tidak layak. Oleh karena itu, pemerintah berusaha membangun hunian sementara yang memenuhi standar minimal.
Untuk itu, Presiden meminta para pengungsi untuk bersabar.
Pada kesempatan itu, Presiden Yudhoyono menjelaskan, pemerintah juga berkomitmen untuk membangun kembali Wasior yang telah dihancurkan oleh banjir bandang.
Pembangunan itu akan dilakukan dengan bekerjasama dengan pemerintah daerah dan unsur TNI.
Presiden berharap, pembangunan kembali itu memperhatikan berbagai unsur, sehingga bisa terhindar dari bencana serupa.
Seperti diberitakan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana menampung sedikitnya 4.771 pengungsi korban banjir bandang Wasior di Manokwari, Papua Barat.
Berdasar data BNPB, ribuan pengungsi itu tersebar di beberapa lokasi pengungsian di Manokwari.
Jumlah pengungsi terbanyak ada di komplek Balai Latihan Kerja Manokwari, yaitu sebanyak 1.245 orang. Kemudian di Lapangan Kodim Manokwari sebanyak 972 orang.
Berdasar pantauan ANTARA, ratusan pengungsi di Lapangan Kodim Manokwari ditampung di sejumlah tenda berukuran besar. Para pengungsi itu berkumpul dalam kelompok-kelompok tertentu.
Selain tenda pengungsi juga ada sejumlah tenda sejumlah instansi pemberi bantuan, misalnya beberapa BUMN dan perusahaan swasta.
Sementara itu, BNPB mencatat 2.554 orang pengungsi tercatat melakukan pengungsian mandiri, atau kembali ke keluarga masing-masing di kawasan Manokwari.
Selain di Manokwari, BNPB juga mendata 2.652 pengungsi masih bertahan di Wasior, tempat bencana banjir bandang terjadi beberapa waktu lalu. Mereka tersebar di enam lokasi penampungan pengungsi.
BNPB juga mencatat 355 pengungsi ditampung di Nabire.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meninjau lokasi penampungan pengungsi di Lapangan Kodim Manokwari.
Selain itu, presiden juga meninjau korban banjir yang dirawat di RSUD Manokwari.
Berdasarkan data BNPB, ada 29 korban banjir yang terluka berat dan dirawat di rumah sakit tersebut. Secara keseluruhan, rumah sakit itu merawat 62 korban banjir.
Beberapa korban lain juga dirawat di RSUD Nabire (39 orang luka berat), dan RS Angkatan Laut (9 orang luka berat).
EMPAT MASKAPAI ANGKUT PENGUNGSI WASIOR GRATIS
Kementerian Perhubungan mengumumkan, empat maskapai menyatakan kesiapannya untuk mengangkut pengungsi korban banjir bandang di Wasior secara gratis.
“Empat maskapai itu antara lain Merpati, Batavia, Lion Air dan Airfast,” kata Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub, Herry Bakti S. Gumay menjawab pers di Jakarta, Rabu.
Dijelaskannya, keempat maskapai itu siap mengangkut para pengungsi sesuai tujuan masing-masing, khususnya selama masa tanggap darurat beberapa hari ke depan.
“Misalnya Batavia Air, siap mengangkut dari Manokwari ke Makassar. Mereka sudah alokasikan 15 tempat duduk setiap kali terbang, gratis untuk pengungsi Wasior,” katanya.
Sementara, Airfast sudah menyiagakan satu pesawat BAE untuk aktivitas evakuasi dari Manokwari ke sekitarnya. Sedangkan, Merpati sudah menyiapkan satu pesawat Twin Otter dan menyiagakan satu lagi pesawat jet.
“Lion juga menyiagakan satu pesawat,” katanya.
Herry menegaskan, komitmen tersebut terwujud setelah pemerintah melalui Menteri Perhubungan Freddy Numberi mengimbau agar para pihak maskapai penerbangan membantu korban bencana banjir bandang Wasior.
Sementara itu, untuk bantuan angkutan kargo bantuan dari Jakarta, kata Herry, maskapai belum dilibatkan karena barang bantuan itu masih bisa dicicil dengan angkutan reguler dan bantuan dari pemerintah.
PMI DISTRIBUSI BANTUAN LOGISTIK KE WASIOR
Palang Merah Indonesia (PMI) mendistribusikan bantuan logistik dan para relawan ke bencana banjir bandang di Wasior, Papua Barat, guna melayani kebutuhan ratusan pengungsi di sana.
“PMI sudah mendistribusikan bantuan logistik dan para relawan sejak pasca terjadinya bencana banjir bandang tersebut, yang gunanya untuk melayani kebutuhan ratusan pengungsi,” kata Kepala Sub Divisi Humas PMI Pusat, Ria Thahir, di Jakarta, Rabu.
Ia mengatakan, bantuan logistik itu, antara lain 150 unit perlengkapan bayi (baby kit), 330 perlengkapan keluarga (Family kit), 330 unit perlengkapan kebersihan dan mandi (Hygine kit), 40 unit tenda untuk keluarga (Family tent).
Selain itu, 1.000 unit masker, 500 unit tikar, 500 unit baskom, dua unit tenda pleton, dua unit peralatan dapur umum, dan dua unit genset.
Ia menambahkan, PMI pada bencana ini telah menerjunkan sebanyak 166 relawan yang berasal dari berbagai daerah, yaitu 57 relawan dari PMI Kabupaten Manokwari, 49 relawan dari PMI Kabupaten Teluk Bentuni, 15 relawan dari PMI Sorong, 16 relawan dari PMI Fak-Fak, 12 relawan dari PMI Propinsi Papua, dan 17 relawan dari PMI Bali.
“Para relawan tersebut memiliki tugas masing-masing, yaitu ada yang bertugas di dapur umum, posko, komunikasi, RFL, PSP, kesehatan, watsan, logistik, shelter, asesmen dan relief, dan lain-lain, yang gunanya melayani para korban bencana banjir bandang di Wasior,” ujarnya.
Selain mengirimkan bantuan logistik dan para relawan, PMI menyalurkan bantuan berupa obat-obatan untuk 1.000 pasien, mobil klinik di beberapa titik di Wasior dan Manokwari, tenda keluarga, air dan sanitasi untuk masyarakat dan relawan, RFL, dan kegiatan Psikolog Support Program (PSP) guna menghibur para korban agar tidak stres.
Sementara itu, lanjut dia, dalam pelayanan dapur umum di Wasior, PMI bertanggung jawab untuk memberikan kebutuhan pangan makan siang dan malam, dan selebihnya dilakukan oleh dinas sosial setempat. Menu makanan yang diberikan kepada para pengungsi Wasior, antara lain nasi, mie goreng, dan sarden.
“Sejauh ini dapur umum PMI akan melayani para pengungsi selama satu minggu ke depan, namun tidak menutup kemungkinan akan terus dilakukan jika memang masih dibutuhkan,” jelas Ria.
Presiden SBY Terbang ke Wasior
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan rombongan Rabu kemaren bertolak ke Wasior, Papua Barat, untuk mengunjungi korban banjir bandang yang menewaskan 148 orang. Selama dua hari, Presiden akan memantau secara langsung dan mencari sumber utama penyebab terjadinya banjir.
Berdasarkan informasi yang dihimpun detikcom dari Biro Pers dan Media Istana Kepresidenan, Rabu (13/10), Presiden dan rombongan telah terbang ke Wasior dari Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada pukul 07.00 WIB.
Rencana kedatangan Presiden SBY dan rombongan ke lokasi banjir bandang di Wasior telah disiapkan secara matang. Pasukan katak dari TNI AL telah menyisir laut untuk memastikan tidak ada sabotase bom.
Sementara itu di darat, jalanan yang penuh lumpur juga mulai dilempangkan untuk kedatangan SBY.
Di Wasior nanti, Presiden rencananya akan bermalam di kapal perang milik TNI Angkatan Laut. Alasan SBY memilih kapal perang, karena dimungkinkan dia dan rombongan bisa lebih lama di sana.
Pantauan detikcom di lokasi, petugas Dinas Pekerjaan Umum (DPU), terlihat membersihkan jalan utama dari lumpur, kayu atau pun kerikil yang masih banyak berserakan. Jalan utama untuk presiden itu saat ini masih digenangi lumpur setinggi 30 cm. Sementara jalan berlubang atau tidak rata ditambal pasir agar pijakan lebih kuat.
Sebelumnya, Menteri Perhubungan Freddy Numberi, Menko Kesra Agung Laksono, dan Menteri Sosial Salim Segaf Aljufri juga telah mengunjungi lokasi banjir Wasior.
Senin 4 Oktober lalu, Kecamatan Wasior, Kab Teluk Wondama diterjang air bah yang menyebabkan seluruh sarana infrastruktur di Wasior luluh lantak, termasuk lapangan udara. Ribuan warga diungsikan ke Manokwari. Sejumlah bantuan pun dikirim.
Tim Badan SAR Nasional (Basarnas) terus menemukan korban tewas dalam banjir bandang di Kecamatan Wasior, Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat. Korban tewas terakhir tercatat 148 orang, dan korban hilang 123 orang.

(Ant/detikcom/g)

About 3wibowo

Indonesian
This entry was posted in Banjir, Presiden and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to PRESIDEN Ke Wasior BERMALAM DI KRI HASSANUDIN

  1. Pingback: Club Monaco at Shopbop: Get First Look at this Online Exclusive … :: Download Terbaru

  2. Pingback: Akhem Mona Artikel TerkaitKorban Tewas Wasior M… – Blogspot :: Download Terbaru

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s