Anak Sekecil Itu Merawat Ibunya yang Lumpuh Seorang Diri

Oleh : Edi Kusumawati

 

 13031959801362698159

Aditya ketika tengah memasak

Baru saja saya melihat Seputar Peristiwa RCTI. Tentang kisah seorang anak laki-laki yang harus merawat ibunya yang lumpuh seorang diri. Bocah itu bernama Aditya, umurnya masih 5 tahun pula.

 

1303197319298859505Si kecil Aditya

Setiap hari ia melakukan semua pekerjaan rumah tangga layaknya orang dewasa, di sebuah rumah kontrakan di daerah Jombang, Jawa Timur. Mencuci, menyapu, mengepel, memasak, memandikan ibunya dan juga beberapa pekerjaan rumah tangga lainnya telah menjadi rutinitasnya setiap hari sejak dia berumur 3 tahun. Kadang memang ada tetangga yang membantu Aditya jika ia benar-benar tidak mampu untuk melakukan pekerjaan itu, misalnya memperbaiki listrik di rumah kontrakannya.

 

13031963852073992774Aditya ketika menyapu, menjemur pakaian, dam mencuci

Sementara itu ayah Aditya sendiri dikabarkan pergi entah kemana setelah harta yang dimiliki ibunya hasil dari menjual rumah semakin menipis. Ibu Aditya terpaksa harus menjual rumah mereka untuk biaya pengobatan dan keperluan sehari-hari.  Duh.. miris saya melihatnya. Ayah macam apa yang tega meninggalkan orang yang seharusnya menjadi tanggung-jawabnya dalam kondisi sakit pula.

 

1303196976184086988Aditya ketika merawat ibunya

Sebenarnya ibunya Aditya masih mempunyai keluarga di daerah Jember, Jawa Timur. Tapi hubungan mereka sekarang telah terputus akibat pernikahan ibunya Aditya dengan ayahnya yang tidak direstui oleh keluarga ibunya Aditya. Akibatnya sekarang, Aditya harus mengurus seorang diri ibunya yang sakit lumpuh sejak beberapa tahun lalu. Aditya harus kehilangan masa kecilnya, dimana seharusnya bocah seusianya masih sibuk-sibuknya bermain dengan teman sebaya. Aditya juga harus memupus jauh-jauh keinginannya, yaitu sekolah dan mengaji. Untuk kebanyakan orang keinginan seperti itu adalah keinginan yang sederhana. Tapi tidak bagi Aditya…jangankan untuk biaya sekolah, untuk keperluan sehari-hari saja sangatlah sulit.

Saya jadi ingat, beberapa waktu lalu juga ada seorang anak perempuan di daerah Polowali, Sulawesi. Umurnya tidak beda jauh dengan Aditya, yaitu 6 tahun. Anak perempuan itu bernama Sinar. Sinar juga terpaksa harus merawat ibunya yang juga lumpuh seorang diri. Bahkan waktu itu ketika ditayangkan di televisi, kisah Sinar sempat menyentuh hati seorang Charly ST 12, sehingga Charly pun sempat mengunjungi tempat dimana Sinar tinggal yang ternyata tidaklah mudah untuk dijangkau. Saat itu pun Charly juga menghadiahi sebuah lagu yang berjudul “Sinar Pahlawanku”, yang khusus diciptakan untuk Sinar.

Dan sekarang, setelah Sinar, ada Aditya! Besok siapa lagi??

Wahai para wakil rakyat (yang saat ini sedang reses dan sedang asyik melancong keluar negeri), satu lagi potret buram tentang anak-anak negeri tersaji dihadapan kita! Masihkah anda menyangsikan hal ini? Sampai kapan mereka akan bernasib seperti ini? Mereka juga bagian dari negeri ini! Yang butuh perhatian dan penanganan. Tolong dengarkan keinginan mereka, bocah-bocah generasi bangsa !

lifestyle.kompasiana.com

About 3wibowo

Indonesian
This entry was posted in Anak and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s