Tragedi Bima Pelecehan Terhadap Kemanusiaan

Beberapa hari belakangan siaran televisi ramai diisi dengan berita tragedi Bima dimana minimal dua orang warga masyarakat tewas dalam peristiwa ini. Beberapa talk show antara aktivis pembela HAM dan beberapa LSM dengan pihak POLRI pun ramai menghiasi layar kaca.

Talk Show terkadang malah membuat bingung masyarakat. POLRI melalui juru bicaranya tetap bersikukuh bahwa mereka telah menjalankan tugasnya sesuai protap.Sebagai masyarakat awam tentunya akan bertambah bingung apabila menyaksikan talk show di TV karena mereka yang bicara pun sebenarnya tidak tahu secara pasti peristiwa yang sebenarnya. Mereka hanya menerima laporan dari anak buahnya yang tentu saja akan membela diri.

Namun apabila memcermati tayangan sebuah televisi swasta yang menayangkan sebuah adegan yang menurut saya ‘luar biasa’. Adegan dimulai dengan puluhan bahkan ratusan polisi berseragam dan berpakaian preman ‘menyerbu’ terminal penyeberangan tempat para pendemo berada. Beberapa tembakan peringatan ditembakan ke atas. Beberapa detik kamera menangkap beberapa polisi berseragam menembak mendatar. Sungguh mengerikan…! Satu orang pendemo yang hanya ‘bersenjata’ sarung coklat muda terlihat tertangkap terlihat dan kemudian dihajar dengan popor senjata dan langsung tersungkur tak berdaya  di tengah puluhan polisi bersenjata lengkap lainnya. Pendemo lain juga terlihat diseret oleh sekitar 6 sampai 8 orang polisi masih juga mendapat tendangan dari seorang polisi berpakaian preman.

Sementara itu seorang Jenderal berbintang dua mengungkapkan bahwa kondisi seperti itu adalah akibat psykologi massa. Sebuah jawaban yang menurut saya justru memperlihatkan kelemahan dan menunjukkan bahwa pendidikan polisi selama ini gagal total. Pendidikan polisi tentunya diharapkan menghasilkan polisi yang tangguh secara mental dan phisik. Tidak mudah mudah terpengaruh jiwanya dengan keadaan yang dihadapi.

Tragedi Bima, ABC/Reuters

Tragedi Bima, ABC/Reuters

Tragedi Bima, ABC/Reuters

                    Salah satu korban tragedi Bima. Sumber : kabarnet.wordpress.com

Seorang mantan Kapolri Jendral Pol (Purn) Chairuddin Ismail menjelaskan ia sangat tidak setuju dengan polisi yang menyiksa tersangka yang telah tertangkap dan polisi yang ikut-ikut melempar batu karena terprovokasi massa. Hal tersebut tidak pernah ada di pendidikan kepolisian. Harus diingat Polisi harus memperlihatkan dirinya berbeda dengan para kriminal atau pendemo yang anarki, karena seorang polisi sudah jelas-jelas terdidik ilmu kepolisian semantara pendemo anarkis pun harus dipahami sebagai orang yang kecewa dan frustasi. Dan perlu diingat polisi lelah itu wajar karena digaji oleh negara. Polisi harus bisa menunjukan bahwa mereka layak untuk  digaji oleh uang rakyat. Berbeda jauh dengan tayangan televisi-televisi luar negeri saat menghentikan demo anarkis yang tidak kalah brutal seperti yang terjadi di Inggris baru-baru ini. Pasukan berkuda pemecah kerumunan massa dan pasukan bersenjata pentungan karet terlihat sangat dominan. Para tersangka terlihat langsung diborgol dan direbahkankan sambil menunggu dimasukkan ke mobil tahanan. Sebagai masyarakat awam tentunya saya saya sangat menyayangkan kejadian ini bisa terjadi. Mudah-mudahan peristiwa ini tidak menjadikan nama institusi kepolisian menjadi buruk walaupun selama ini nama kepolisian di masyarakan tidaklah terlalu menggembirakan. Sebaiknya sekali-kali Bapak Kapolri jalan-jalan dengan menggunakan pakaian preman naik angkot dan cari  tahu sejauh mana  institusi kepolisian di mata masyarakat. Masyarakat sudah mempunyai penilaian sendiri Pak…….

About 3wibowo

Indonesian
This entry was posted in Kriminal, Polisi and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s