Mobil Esemka Rajawali Buatan SMK Negeri 2 Surakarta

Sanggat membanggakan, putra-putri Indonesia setingkat SMK telah mampu merakit/membuat sebuah mobil yang dari segi desain maupun kualitas tidak kalah dengan mobil-mobil yang ada di pasaran.

Walikota Surakarta Joko Widodo mengganti mobil dinas merk Jepangnya dengan mobil Esemka Rajawali karya putra-putri SMK 2 Surakarta. Salut buat pak walikota, lebih salut lagi kalau semua mobil dinas jajarannya diganti dengan mobil jenis ini.

Ada 3 prototipe mobil Esemka Rajawali yang dibuat. Sementara untuk jenis SMKN 2 Suakarta sedang merencanakan sebuah prototipe mini truk yang akan dinamai Esemka Rosa. Sebuah karya yang layak diacungi jempol dan diapresiasi oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia dan yang terpenting adalah perlunya tindak lanjut dari pemerintah. Bagaimanapun sebuah karya tanpa tindak lanjut dari yang berwenang tentunya tidak akan mencapai sesuatu yang menjadi tujuan nasional yang sering kita dengungkan.

                                                                                  SMK  Negeri 2 Surakarta

Sudah menjadi rahasia umum para pejabat dan anggota dewan kita sangatlah senang dengan mobil-mobil mewah buatan luar yang tentunya sangat tidak patut ditiru karena mereka sendiri yang selalu mendengungkan akan pentingnya cinta produk dalam negeri.  Rasa minder dan rendahnya percaya diri yang sangat berlebihan memang menjangkiti seluruh lapisan masyarakat Indonesia sehingga apapun yang berbau luar negeri selalu mereka anggap yang terbaik walaupun mereka harus mengeluarkan biaya puluhan kali lipat dari harga produk dalam negeri.

                                                                   Bengkel kerja di SMK Negeri 2 Surakarta

Banyak para pelajar kita yang berprestasi berujung pada pengabdian mereka terhadap perusahaan-perusahaan asing walaupun pemerintah yang memberi beasiswa kepada mereka. Mungkin kita masih ingat dengan diketahuinya puluhan putra-putri Indonesia yang bekerja di Microsoft dan perusahaan besar lainnya di dunia. Hal ini terjadi karena pemerintah sendiri tidak punya rencana masa depan bagi mereka pelajar-pelajar Indonesia yang sebenarnya mempunyai kemampuan yang luar biasa. Para pejabat penentu kebijakan di pusat maupun di daerah masih lebih suka sesuatu yang instan semisal studi banding ke negara-negara maju walaupun hal itu seperti membuang garam di lautan, karena bagaimanapun kita studi banding ke negara atau daerah yang lebih maju tanpa adanya sumber daya manusia yang mumpuni tentunya hal itu adalah nonsen. Bahkan penyakit studi banding ini telah menular ke pemerintahan yang terendah seperti RT dan RW, sungguh menggelikan karena program studi banding mereka selalu berbentuk studi wisata bahkan banyak belanjanya daripada studinya.  Terkadang studi banding seperti ini malahan seperti pamer ke’bego’an saat mereka berkunjung ke tempat yang lebih maju sementara mereka sendiri tidak bisa bertukar pikiran/berdiskusi bahkan yang lebih parah bahasa Inggris pun tidak mengerti. Kurang seriusnya audit tentunya memperparah penyakit menular yang bernama studi banding ini.

                                                                                       Esemka Rajawali

Di tengah kemajuan era komunikasi saat ini, dunia maya yang tidak terbatas tampaknya studi banding hanya dilakukan oleh orang-orang tolol saja.

Sekali lagi SMK Negeri 2 Solo/Surakarta membuktikan tanpa banyak studi banding dan basa-basi anggaran, mereka bisa berprestasi. Maju terus SMK Negeri 2 Surakarta ..! Mudah-mudahan ini menjadi pemacu SMK-SMK lain yang terkenal mahal tapi minim prestasi.

About 3wibowo

Indonesian
This entry was posted in Pelajar, siswa, Siswi, SMK, Uncategorized and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s