Kekerasan Oknum Polisi Pada Demo BBM Maret 2012

Tidak mudah menjadi polisi yang baik, kata seorang sesepuh terhadap saya. Di tengah menurunnya citra polisi di masyarakat 2 dekade belakangan. Menjadi seorang polisi yang baik menjalankan amanat rakyat untuk memberi perlindungan kepada segenap warga masyarakat adalah sesuatu hal sungguh tidak mudah. Ulah segelintir oknum yang memperkaya diri di jalanan secara terang-terangan, oknum yang memanfaatkan jasa perlindungan, mahalnya membuat SIM di atas harga resmi yang sebetulnya juga ‘tidak wajar’ untuk rakyat yang sudah membayar pajak.  Anggapan miring sebagian masyarakat terkadang memperparah terhadap asumsi publik terhadap kinerja aparat kepolisian, kecurigaan, cibiran, sindiran seringkali muncul terhadap aparat walaupun aparat sendiri sebetulnya berniat baik dalam menjalankan tugasnya.

Perlu adanya kebijakan yang revolusioner untuk memperbaiki citra polisi dari pihak elit kepolisian, karena secara psikologis kebencian akan menimbulkan sugesti yang tidak baik. Sebagai contoh dengan adanya remaja-remaja nakal yang justru bangga apabila pernah ditangkap polisi, atau sebagian mahasiswa beranggapan bahwa belum menjadi seorang aktivis sejati apabila belum pernah diamankan polisi. Suatu logika yang aneh, namun mudah dipahami. Kebanggaan mereka yang salah tempat tersebut disimbolkan sebagai ‘keberanian melawan kesewenang-wenangan“, padahal ulah mereka memang bisa jadi melanggar hukum seperti gang motor atau demo anarkis.

foto : (Antara/Sahrul Manda Tikupadang)

Polisi juga manusia biasa,  sering menjadi alasan klasik saat oknum polisi melakukan kekerasan, sebenarnya polisi adalah manusia ‘terpilih’ dengan kualifikasi khusus yang dilatih, dididik, ditempa berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun dan digaji untuk menghadapi  situasi anarkis. Seandainya demonstrasi selalu tidak anarkis tidak perlu ada polisi, rakyat butuh polisi karena demo dikhawatirkan anarkis dan mengganggu ketertiban umum.

 
(Antara/Basri Marzuki)

Tindakan represif sangat dibutuhkan dalam menghadapi situasi yang anarkis, namun penangkapan dengan pemukulan-pemukulan terhadap pendemo yang sudah tidak berdaya justru memperlihatkan ketidakprofesionalan dan ketidakstabilan emosi aparat.

 
foto : (Antara/M Agung Rajasa)

Korban yang berjatuhan selalu menimbulkan antipati dan perlawanan baru. Kondisi yang sangat disayangkan dan memprihatinkan.

Banyak aparat baik, namun banyak oknum yang merusak citra mereka sendiri. Mudah-mudahan Kepolisian Indonesia menjadi Kepolisian yang dapat membuat bangga dan dapat menjadi pelindung segenap lapisan masyarakat.

 
 
 

About 3wibowo

Indonesian
This entry was posted in Polisi, Politik and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s